CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 20 April 2012

Manfaat Suplemen bagi Kecerdasan Anak




MENURUT beberapa referensi, sebenarnya setiap anak dilahirkan cerdas dengan masing-masing anak dibekali kurang lebih 80 miliar sel otak. Namun terkadang, dalam perkembangan sel-sel otak yang berjumlah miliaran tersebut mengalami gangguan.


Sementara, menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Otto Rajasa, gangguan perkembangan sel otak dapat terjadi saat anak masih dalam kandungan maupun selama masa pertumbuhan si anak.

Pria yang akrab disapa dr Otto menjelaskan, belakangan juga ditemukan bahwa jumlah dan ukuran sel otak menjadi tidak berhubungan dengan kecerdasan seseorang. Hal ini dikarenakan setiap orang hanya memakai dan mengembangkan potensi otak kurang lebih 10 persen dari seluruh kemampuan total, bahkan sebagian referensi mengatakan hanya 1 persen saja yang dipergunakan.

“Sel-sel otak dapat bermanfaat apabila terdapat hubungan spesifik antara sel-sel otak tersebut. Hubungan antarsel otak ini disebut synaps,” kata dr Otto.

Ditambahkan, jumlah synaps-synaps inilah yang konon menentukan kecerdasan seseorang, “Misalnya, kita  sering mengajari anak tentang musik, maka dalam otak anak akan terbentuk memori musik dalam bentuk synaps-synaps khusus, sehingga ketika terus dikembangkan synaps ini, pada saatnya nanti si anak dapat menjadi musikus yang handal,” paparnya.

Lantas, perlukah anak mengonsumsi suplemen untuk perangsang otaknya? Mengenai hal ini Otto punya penilaian lain. Menurutnya, kendati suplemen otak memiliki kandungan DHA, EPA dan asam glutamat yang bermanfaat penting untuk perkembangan sel-sel otak anak, namun ada baiknya pemberian suplemen tersebut dibatasi. Karena berdasarkan pendapat beberapa ahli, sebagian besar anak tidak memerlukan suplemen perangsang otak.

“Sebagaimana diketahui kurang lebih 60 persen otak terdiri dari lemak dengan DHA sebagai asam lemak terbanyak. Tetapi hal ini dapat dipenuhi dengan baik apabila si bayi mendapatkan air susu ibu (ASI) yang cukup selama dua tahun, karena pada ASI terkandung DHA dalam jumlah yang cukup begitu juga dengan glutamic,” ungkapnya.

Berikut dr Otto membeberkan beberapa hal dari makanan dan lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap perkembangan otak atau kecerdasan:

1.Kekurangan zat besi. Hal ini akan berakibat daya ingat anak menjadi lemah dan IQ jadi lebih rendah. Padahal zat besi banyak terkandung dalam daging dan sayur-sayuran. Tapi sayangnya, sebagian besar anak-anak sekarang malas makan sayur.

2. Kekurangan kalori dan protein. Hal ini menyebabkan penurunan massa otak hingga 20 persen sehingga kemampuan verbal, abstrak dan mengingat anak jadi rendah. Walaupun makanan bergizi tersedia cukup tetapi orang tua yang sibuk, sehingga tidak sempat mengurusi makanan anak hingga terjadi kekurangan gizi.

3. Asap rokok juga menurunkan kecerdasan anak. Hal ini penting diketahui bagi mereka yang merokok untuk memikirkan efek dari asap rokok terhadap anak-anak mereka.

4. Terpapar asap kendaraan yang mengandung timbal. Padahal hampir semua asap kendaraan mengandung timbal ini. Hal ini membuat kita lebih memperhatikan anak saat naik kendaraan roda dua. Misalnya dalam lalu lintas yang ramai, disarankan anak memakai masker atau helm standar juga.

5. Hal lain yang bisa menurunkan potensi otak anak di antaranya adalah depresi pada anak, keluarga yang tidak harmonis dan yang lagi ngetren adalah kandungan zat neurotoksik alias perusak saraf pada bahan makanan yang dijual bebas untuk anak-anak. Di antaranya snack, cokelat, es krim, air yang mengandung klorin, cuka, donat, gula putih, dan makanan-makanan yang berminyak.

“Kesimpulannya, hal yang lebih perlu mendapat perhatian adalah bagaimana orang tua memperhatikan pemberian nutrisi bagi si kecil dan cara mengasuh anak yang baik. Suplemen bisa saja diberikan apabila orang tua tidak yakin anaknya mendapatkan nutrisi yang sehat dan seimbang,” tandasnya

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...